Tidak terasa Pembatik Level 4 sudah berjalan kurang lebih 20 hari. Tentu saja banyak ilmu dan manfaat yang saya dapatkan dari kegiatan PembaTIK Level 4 ini. Mulai dari cara penulisan artikel baik artikel ilmiah maupun artikel populer, bagaimana cara membuat blog dan vlog yang baik, memanfaatkan media sebagai sarana sosialisasi/promosi, penerapan etika dalam bermain media sosial, dan ilmu yang lain yang berkaitan dengan IT pastinya.
Pagi ini saya membaca Postingan salah satu Instruktur DRB Jawa Timur. Beliau memposting beberapa flayer SRB Jawa Timur yang mengadakan kegiatan Kolaborasi dan berbagi. Dari postingan ini saya tersenyum sendiri karena ada foto saya di salah satu flayer tersebut. Saya jadi termenung dan tiba-tiba muncul memori ketika awal mengikuti kegiatan PembaTIK Level 1 hingga lolos ke Level 4 yang begitu banyak perjuangan dan suka dukanya, kemudian muncul kembali percakapan-percakapan kami di grup WA yang merencanakan kolaborasi dari pembuatan flayer, pembagian materi, waktu, menggunakan media apa, dan semua percakapan tentang persiapan kolaborasi dan berbagi.
Menjadi Sahabat Rumah Belajar saya mendapat ilmu bahwa kita ini sebenarnya diajarkan untuk berkolaborasi bukan berkompetisi, kita diajarkan untuk berbagi bukan berambisi. Dari kegiatan kolaborasi ini saya semakin mengerti arti kebersamaan, menyamakan persepsi dari individu yang tidak mengenal satu sama lain tiba-tba disatukan dalam kegiatan kolaborasi, mengambil keputusan yang tidak menguntungkan satu pihak dan merugikan yang lain. Sungguh semua ini adalah pengalaman yang sangat luar biasa, berkolaborasi dengan individu yang memiliki karakter berbeda yang sama sekali tidak kita ketahui entah itu berkolaborasi dengan rekan satu provinsi maupun dari luar provinsi, hanya dengan mengandalkan percakapan di grup kita bisa bersatu, bersama, satu langkah, satu tujuan yaitu sukses bersama-sama seperti yang sering diucapkan dalam kegiatan coaching ataupun webinar, Berhasil sendiri adalah biasa namun, berhasil bersama-sama adalah luar biasa.
Menjadi Sahabat Rumah Belajar membuat saya memetik suatu pembelajaran penting, bahwa sesuatu yang dilakukan dengan hati, dengan ikhlas maka hasilnya akan diluar perkiraan kita. Dari rumah belajar kita diajarkan untuk berbagi dengan hati bukan dengan ambisi. Menjadi Duta Rumah Belajar adalah bonus, sedangkan pemain dari skenario ini adalah Sahabat Rumah Belajar itu sendiri. Duta Rumah Belajar hanyalah sebuah gelar karena pada intinya menjadi Duta Rumah Belajar ataupun menjadi Sahabat Rumah Belajar memiliki tujuan yang sama yaitu berkolaborasi dan berbagi. Berbagi kepada rekan guru, berbagi pada siswa hebat kita, berbagi pada masyarakat luas. Kita diajarkan untuk berbagi, ilmu, mengajarkan apa yang mereka belum ketahui sedangkan kita sudah mengetahui, kita diharapkan bisa melayani anak didik kita agar bisa belajar yang menyenangkan dan menikmati merdeka belajar.
Menjadi orang hebat bukanlah berapa banyak prestasi dan penghargaan yang kita dapat, berapa banyak pujian dan piala yang kita peroleh, namun menjadi orang hebat adalah seberapa banyak kita bisa berbagi dan bermanfaat bagi orang lain. Berbagi tidak hanya materi, namun kita bisa berbagi dalam bentuk ilmu, pikiran, tenaga, dan waktu. Tidak perlu menunggu menjadi sempurna untuk bisa berbagi dalam kebaikan. Dengan kegiatan kolaborasi dan berbagi ini mari kita wujudkan pendidikan yang lebih maju, menjadi guru yang inovatif, seperti yang diharapkan oleh Mas Menteri kita, Wujudkan Merdeka Belajar.
Merdeka Belajarnya
Rumah Belajar Portalnya
Bangkit Guruku, Maju Indonesiaku.
Dengan Rumah Belajar
Belajar dimana saja, kapan saja, dengan siapa saja ...
#PusdatinKemendikbudristek
#PembaTIK2021
#DutaRumahBelajar2021
#RumahBelajar2021
#BerbagiTIK







Semoga apa yang kita kerjakan membawa barokah, khususnya bagi pendidikan di Indonesia
BalasHapus